{"id":4642,"date":"2023-04-23T13:26:07","date_gmt":"2023-04-23T13:26:07","guid":{"rendered":"https:\/\/rengga.dev\/blog\/?p=4642"},"modified":"2023-08-28T23:48:12","modified_gmt":"2023-08-28T23:48:12","slug":"8-bahasa-pemrograman-untuk-backend-web-developer-dan-kisaran-gajinya-di-jepang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rengga.dev\/blog\/8-bahasa-pemrograman-untuk-backend-web-developer-dan-kisaran-gajinya-di-jepang\/","title":{"rendered":"8 Bahasa Pemrograman untuk Backend Web Developer dan Kisaran Gajinya di Jepang"},"content":{"rendered":"<p>Berikut adalah 8 bahasa pemrograman yang umum digunakan oleh Backend Web Developer, bersama dengan perkiraan kisaran gajinya di Jepang. Gaji dapat bervariasi tergantung pada pengalaman, lokasi, dan perusahaan, tetapi berikut adalah perkiraan kasar:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Java<\/strong>: Java adalah salah satu bahasa pemrograman yang sangat populer untuk pengembangan back-end. Gaji Backend Developer yang menguasai Java di Jepang berkisar antara \u00a54.500.000 hingga \u00a512.000.000 atau lebih per tahun.<\/li>\n<li><strong>Python<\/strong>: Python digunakan secara luas dalam pengembangan web dan ilmu data. Gaji Backend Developer yang menguasai Python di Jepang berkisar antara \u00a54.000.000 hingga \u00a511.000.000 atau lebih per tahun.<\/li>\n<li><strong>Node.js<\/strong>: Node.js adalah lingkungan runtime JavaScript yang sering digunakan untuk pengembangan back-end. Gaji Backend Developer yang mahir dalam Node.js di Jepang berkisar antara \u00a54.500.000 hingga \u00a512.000.000 atau lebih per tahun.<\/li>\n<li><strong>Ruby<\/strong>: Ruby sering digunakan dengan kerangka kerja Ruby on Rails untuk pengembangan back-end. Gaji Backend Developer yang menguasai Ruby di Jepang berkisar antara \u00a54.000.000 hingga \u00a59.000.000 atau lebih per tahun.<\/li>\n<li><strong>PHP<\/strong>: PHP masih digunakan dalam pengembangan web back-end. Gaji Backend Developer yang mahir dalam PHP di Jepang berkisar antara \u00a53.500.000 hingga \u00a58.000.000 atau lebih per tahun.<\/li>\n<li><strong>C#<\/strong>: C# adalah bahasa pemrograman yang sering digunakan dalam pengembangan aplikasi Windows dan game. Gaji Backend Developer yang menguasai C# di Jepang berkisar antara \u00a54.000.000 hingga \u00a510.000.000 atau lebih per tahun.<\/li>\n<li><strong>Go<\/strong>: Bahasa pemrograman Go semakin populer untuk pengembangan back-end web. Gaji Backend Developer yang mahir dalam Go di Jepang berkisar antara \u00a54.500.000 hingga \u00a511.000.000 atau lebih per tahun.<\/li>\n<li><strong>Ruby on Rails<\/strong>: Kerangka kerja Ruby on Rails sering digunakan untuk pengembangan aplikasi web. Gaji Backend Developer yang menguasai Ruby on Rails di Jepang berkisar antara \u00a54.000.000 hingga \u00a510.000.000 atau lebih per tahun.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Ingatlah bahwa ini hanya perkiraan kasar, dan gaji sebenarnya dapat bervariasi berdasarkan banyak faktor, termasuk pengalaman Anda, lokasi geografis di Jepang, dan kompleksitas proyek yang Anda tangani.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berikut adalah 8 bahasa pemrograman yang umum digunakan oleh Backend Web Developer, <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/rengga.dev\/blog\/8-bahasa-pemrograman-untuk-backend-web-developer-dan-kisaran-gajinya-di-jepang\/\" title=\"8 Bahasa Pemrograman untuk Backend Web Developer dan Kisaran Gajinya di Jepang\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4630,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[152,1],"tags":[685,681,683,680,676,679],"newstopic":[580,687,686,584,571,587,574,583,688,689],"class_list":{"0":"post-4642","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-live-in-japan","8":"category-technology","9":"tag-backend-web-developer","10":"tag-buat-website-di-jepang","11":"tag-gaji-untuk-web-designer-dan-developer-di-jepang","12":"tag-kerja-di-jepang","13":"tag-rengga-dev","14":"tag-web-designer-developer-di-jepang","15":"newstopic-angular","16":"newstopic-c","17":"newstopic-go","18":"newstopic-java","19":"newstopic-javascript","20":"newstopic-node-js","21":"newstopic-php","22":"newstopic-phyton","23":"newstopic-ruby","24":"newstopic-ruby-on-rails"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rengga.dev\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4642","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/rengga.dev\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rengga.dev\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rengga.dev\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rengga.dev\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4642"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/rengga.dev\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4642\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4643,"href":"https:\/\/rengga.dev\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4642\/revisions\/4643"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rengga.dev\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4630"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rengga.dev\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4642"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rengga.dev\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4642"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rengga.dev\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4642"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/rengga.dev\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=4642"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}