{"id":2773,"date":"2020-11-10T02:38:28","date_gmt":"2020-11-10T02:38:28","guid":{"rendered":"https:\/\/rengga.dev\/blog\/?p=2773"},"modified":"2023-06-12T14:55:57","modified_gmt":"2023-06-12T14:55:57","slug":"5-tips-mudah-seo-untuk-developer","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rengga.dev\/blog\/5-tips-mudah-seo-untuk-developer\/","title":{"rendered":"5 Tips Mudah SEO untuk Developer"},"content":{"rendered":"<p>Kali ini saya akan membahas aspek yang lebih teknis. Yakni mengenai 5 Tips SEO untuk developer. Dengan tips ini, SEO web-mu akan lebih optimal.<\/p>\n<p>Lima (5) langkah berikut juga bisa jadi batu loncatanmu yang mudah untuk masuk dunia SEO. Serta meningkatkan value kalian sebagai seorang developer. Wow!<\/p>\n<p>Penasaran kan? Yuk simak.<\/p>\n<h2><b>1. Mengecek SEO Dengan Lighthouse<\/b><\/h2>\n<p>Salah satu cara termudah untuk cek SEO web-mu adalah dengan menggunakan fitur Lighthouse. Fitur ini tersedia via Google Chrome. Caranya, klik kanan pada browser -&gt; pilih\u00a0<b>Inspect<\/b>\u00a0-&gt;\u00a0<b>Audits<\/b>\u00a0-&gt; Generate Report\u00a0<b>SEO<\/b><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-10908 size-full\" src=\"https:\/\/www.dicoding.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/seo-1.png\" sizes=\"auto, (max-width: 479px) 100vw, 479px\" srcset=\"https:\/\/www.dicoding.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/seo-1.png 479w, https:\/\/www.dicoding.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/seo-1-300x130.png 300w, https:\/\/www.dicoding.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/seo-1-370x160.png 370w\" alt=\"SEO untuk developer\" width=\"479\" height=\"207\" \/><\/p>\n<p>Banyak praktisi yang menyatakan sebuah landing page atau homepage idealnya memiliki nilai 100. Kenapa demikian? Ibarat rumah, landing page adalah gerbang utama bagi pengunjung situs. Bedanya, untuk halaman lain, nilai 95 masih dapat diterima (<em>acceptable)<\/em>\u00a0walaupun sebaiknya kamu targetkan pula ke angka 100.<\/p>\n<p>Nah, bagaimana jika bermasalah?<\/p>\n<p>Salah satu faktor utama yang kerap terjadi adalah tidak adanya\u00a0<b>meta deskripsi:<\/b><\/p>\n<div id=\"urvanov-syntax-highlighter-62f30ba1c4fa4481690891\" class=\"urvanov-syntax-highlighter-syntax crayon-theme-prism-like urvanov-syntax-highlighter-font-monaco urvanov-syntax-highlighter-os-pc print-yes notranslate urvanov-syntax-highlighter-wrapped\" data-settings=\" minimize scroll-mouseover wrap\">\n<div class=\"urvanov-syntax-highlighter-plain-wrap\">\n<pre class=\"EnlighterJSRAW\" data-enlighter-language=\"html\">&lt;meta name=\"description\" content=\"A page's description, usually one or two sentences.\"\/&gt;<\/pre>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Faktor kedua yaitu, masalah\u00a0<b>area tombol\u00a0<\/b>di mobile yang terlalu kecil. Minimal area select nya adalah 48px. Untuk masalah ini, manfaatkan positioning element. Point utamanya adalah agar ada ruang antar-elemen, sehingga mobile user lebih mudah men-tap tautan yang dikehendaki.<\/p>\n<p>Jika kedua masalah tersebut terpenuhi maka biasanya nilai SEO bisa mencapai 100%. Tapi ada 2 hal lain yang perlu kamu tambahkan agar lebih diperhatikan Google Search.<\/p>\n<h2><\/h2>\n<h2><b>2. Implementasi Canonical &amp; Structure Data<\/b><\/h2>\n<p>Yang pertama adalah tentang\u00a0<b>Canonical<\/b>. Ketika Google membuka halaman situs, baik dengan www maupun non-www, Google menganggapnya halaman berbeda, padahal tidak. Misalnya jika kita buka di pagination halaman kedua maka Google menganggapnya lain dengan halaman pertama. Sama juga seperti saat membuka di mobile dan di desktop \u2013 juga dianggap berbeda.<\/p>\n<p>Bagaimana memberitahu google bahwa halaman itu sama? Tambahkan canonical. Contoh implementasi canonical adalah sebagai berikut:<\/p>\n<div id=\"urvanov-syntax-highlighter-62f30ba1c4faf241437496\" class=\"urvanov-syntax-highlighter-syntax crayon-theme-prism-like urvanov-syntax-highlighter-font-monaco urvanov-syntax-highlighter-os-pc print-yes notranslate urvanov-syntax-highlighter-wrapped\" data-settings=\" minimize scroll-mouseover wrap\">\n<div class=\"urvanov-syntax-highlighter-plain-wrap\">\n<pre class=\"EnlighterJSRAW\" data-enlighter-language=\"html\">&lt;link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.dicoding.com\"\/&gt;<\/pre>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Catat bahwa penambahan canonical tidak berlaku untuk halaman yang tidak diindeks (misal menambahkan noindex) karena dapat menyebabkan konflik<\/p>\n<p>Yang kedua yaitu tentang\u00a0<b>Structure data.\u00a0<\/b>Sebagai contoh jika kita mencari dengan keyword \u201cevents Bandung,\u201d maka akan muncul snippet berikut:<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-10910 size-large\" src=\"https:\/\/www.dicoding.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/snippet-1-1024x341.png\" sizes=\"auto, (max-width: 900px) 100vw, 900px\" srcset=\"https:\/\/www.dicoding.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/snippet-1-1024x341.png 1024w, https:\/\/www.dicoding.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/snippet-1-300x100.png 300w, https:\/\/www.dicoding.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/snippet-1-768x256.png 768w, https:\/\/www.dicoding.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/snippet-1-370x123.png 370w, https:\/\/www.dicoding.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/snippet-1-770x257.png 770w, https:\/\/www.dicoding.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/snippet-1.png 1380w\" alt=\"SEO untuk developer\" width=\"900\" height=\"300\" \/><\/p>\n<p>Fungsi struktur data adalah memudahkan Google Search untuk membaca konten kita. Selain itu, ini juga bisa jadi potensi bagi Google untuk menampilkan feature snippet di landing page.<\/p>\n<p>Selain event, ada banyak bentuk-bentuk yang lain seperti jobs, courses, dan sebagainya. Untuk lebih detailnya dapat buka di halaman\u00a0<a href=\"https:\/\/developers.google.com\/search\/docs\/guides\/search-gallery\">https:\/\/developers.google.com\/search\/docs\/guides\/search-gallery<\/a><\/p>\n<p>Untuk membuat sebuah structure data, kamu dapat menggunakan generator structure data dengan menggunakan\u00a0<a href=\"https:\/\/www.google.com\/webmasters\/markup-helper\/u\/0\/\">Structured Data Markup Helper.<\/a><\/p>\n<p>Dan kamu dapat menguji apakah structure datanya bermasalah atau tidak dengan menggunakan\u00a0<a href=\"https:\/\/search.google.com\/structured-data\/testing-tool\/u\/0\/\">Google Structured Data Testing Tool<\/a>.<\/p>\n<p>Ini contoh pada halaman blog Dicoding.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-10912 size-large\" src=\"https:\/\/www.dicoding.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/structure-data-test-1-1024x461.png\" sizes=\"auto, (max-width: 900px) 100vw, 900px\" srcset=\"https:\/\/www.dicoding.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/structure-data-test-1-1024x461.png 1024w, https:\/\/www.dicoding.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/structure-data-test-1-300x135.png 300w, https:\/\/www.dicoding.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/structure-data-test-1-768x345.png 768w, https:\/\/www.dicoding.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/structure-data-test-1-370x166.png 370w, https:\/\/www.dicoding.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/structure-data-test-1-770x346.png 770w, https:\/\/www.dicoding.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/structure-data-test-1.png 1905w\" alt=\"SEO untuk developer\" width=\"900\" height=\"405\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>3. Mengecek Speed Melalui Google PageSpeed Insights (PSI)<\/b><\/h2>\n<p>Speed adalah hal penting. Apa pasal? Website yang dibuat dengan baik dan optimized seharusnya memiliki waktu load yang cepat. Untuk tahu seberapa optimized situs kamu dalam hal kecepatan, gunakan data di Google Search Console. Jangan lupa bahwa ini masih fitur Eksperimental di Google Search Console, sehingga bisa ada informasi tidak sama antara hasil yang dilaporkan dengan hasil yang telah diuji. Ketika hal tersebut terjadi, cukup recrawl ulang di inspector maka\u00a0<em>voila !<\/em>\u00a0tidak ada masalah.<\/p>\n<p>Untuk test gunakan\u00a0<strong><a href=\"https:\/\/developers.google.com\/speed\/pagespeed\/insights\/\">PageSpeed insights<\/a><\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-10914 size-large\" src=\"https:\/\/www.dicoding.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/PageSpeed-Insights-1-1024x465.png\" sizes=\"auto, (max-width: 900px) 100vw, 900px\" srcset=\"https:\/\/www.dicoding.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/PageSpeed-Insights-1-1024x465.png 1024w, https:\/\/www.dicoding.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/PageSpeed-Insights-1-300x136.png 300w, https:\/\/www.dicoding.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/PageSpeed-Insights-1-768x349.png 768w, https:\/\/www.dicoding.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/PageSpeed-Insights-1-370x168.png 370w, https:\/\/www.dicoding.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/PageSpeed-Insights-1-770x349.png 770w, https:\/\/www.dicoding.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/PageSpeed-Insights-1.png 1236w\" alt=\"SEO untuk developer\" width=\"900\" height=\"409\" \/><\/p>\n<p>Setelah mengecek apa yang membuat web-mu jadi berat, kamu jadi tahu dan bisa mengotimalkan kekurangan tersebut, bukan? Semangat!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>4. Menggunakan Robots.txt dan Sitemap.xml<\/b><\/h2>\n<p>Jika ingin sebuah direktori atau halaman tidak tampli di indeks, tambahkan ke robots.txt. Kamu dapat mengetesnya di\u00a0<strong>robots.txt tester<\/strong>.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-10915 size-large\" src=\"https:\/\/www.dicoding.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/robot-tester-1-1024x420.png\" sizes=\"auto, (max-width: 900px) 100vw, 900px\" srcset=\"https:\/\/www.dicoding.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/robot-tester-1-1024x420.png 1024w, https:\/\/www.dicoding.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/robot-tester-1-300x123.png 300w, https:\/\/www.dicoding.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/robot-tester-1-768x315.png 768w, https:\/\/www.dicoding.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/robot-tester-1-370x152.png 370w, https:\/\/www.dicoding.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/robot-tester-1-770x316.png 770w, https:\/\/www.dicoding.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/robot-tester-1.png 1910w\" alt=\"SEO untuk developer\" width=\"900\" height=\"369\" \/><\/p>\n<p>contoh isi dari file robots.txt<\/p>\n<div id=\"urvanov-syntax-highlighter-62f30ba1c4fb1699459475\" class=\"urvanov-syntax-highlighter-syntax crayon-theme-prism-like urvanov-syntax-highlighter-font-monaco urvanov-syntax-highlighter-os-pc print-yes notranslate urvanov-syntax-highlighter-wrapped\" data-settings=\" minimize scroll-mouseover wrap\">\n<div class=\"urvanov-syntax-highlighter-plain-wrap\">\n<pre class=\"EnlighterJSRAW\" data-enlighter-language=\"raw\"># Group 1\r\nUser-agent: Googlebot\r\nDisallow: \/nogooglebot\/\r\n \r\n# Group 2\r\nUser-agent: *\r\nAllow: \/\r\n \r\nSitemap: http:\/\/www.example.com\/sitemap.xml<\/pre>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Jika sebuah halaman tidak ingin diindeks maka tambahkan meta data noindex dan nofollow. Pastikan kamu sudah hapus canonical dan tautan di sitemap. Untuk lebih detailnya,\u00a0<strong><a href=\"https:\/\/support.google.com\/webmasters\/answer\/6062608?hl=en&amp;ref_topic=6061961\">bacalah tentang robots.txt<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Jika ingin menghapus sebuah halaman yang sudah terindex, maka berikan info dengan code 410. Kemudian redirect ke halaman dengan code 200.<\/p>\n<p>Setelah kita memberitahu mana saja yang tidak dapat dibuka, setelah itu kita perlu memberi tahu Google yang mana saja yang akan di crawl. Alhasil, website kita pun cepat terindeks ulang oleh Google. Oleh karena itu web-mu perlu memiliki sitemap.<\/p>\n<div id=\"urvanov-syntax-highlighter-62f30ba1c4fb3314978657\" class=\"urvanov-syntax-highlighter-syntax crayon-theme-prism-like urvanov-syntax-highlighter-font-monaco urvanov-syntax-highlighter-os-pc print-yes notranslate urvanov-syntax-highlighter-wrapped\" data-settings=\" minimize scroll-mouseover wrap\">\n<div class=\"urvanov-syntax-highlighter-main\">\n<pre class=\"EnlighterJSRAW\" data-enlighter-language=\"raw\">XHTML\r\n&lt;?xml version=\"1.0\" encoding=\"UTF-8\"?&gt;\r\n \r\n&lt;urlset xmlns=\"http:\/\/www.sitemaps.org\/schemas\/sitemap\/0.9\"&gt;\r\n \r\n&lt;url&gt;\r\n \r\n&lt;loc&gt;http:\/\/www.example.com\/&lt;\/loc&gt;\r\n \r\n&lt;lastmod&gt;2005-01-01&lt;\/lastmod&gt;\r\n \r\n&lt;changefreq&gt;monthly&lt;\/changefreq&gt;\r\n \r\n&lt;priority&gt;0.8&lt;\/priority&gt;\r\n \r\n&lt;\/url&gt;\r\n \r\n&lt;\/urlset&gt;<\/pre>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Untuk detailnya tentang sitemap bisa dilihat di\u00a0<a href=\"https:\/\/www.sitemaps.org\/protocol.html\">https:\/\/www.sitemaps.org\/protocol.html<\/a><\/p>\n<h2><\/h2>\n<h2><strong>5<\/strong>.\u00a0<b>Mengecek Hasil Crawling Melalui URL Inspection di Google Search Console<\/b><\/h2>\n<p>Setiap menambah\/membuat\/memperbarui halaman baru\/lama, kamu bisa cek url tersebut di URL Inspection untuk melihat apakah semua aman atau ada eror.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-10916 size-large\" src=\"https:\/\/www.dicoding.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/url-inspector-1024x584.png\" sizes=\"auto, (max-width: 900px) 100vw, 900px\" srcset=\"https:\/\/www.dicoding.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/url-inspector-1024x584.png 1024w, https:\/\/www.dicoding.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/url-inspector-300x171.png 300w, https:\/\/www.dicoding.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/url-inspector-768x438.png 768w, https:\/\/www.dicoding.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/url-inspector-370x211.png 370w, https:\/\/www.dicoding.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/url-inspector-770x439.png 770w, https:\/\/www.dicoding.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/url-inspector.png 1406w\" alt=\"SEO untuk developer\" width=\"900\" height=\"513\" \/><\/p>\n<p>Pastikan tidak ada yang eror. Jika ada, segera perbaiki dan re-crawl ulang.<\/p>\n<p>Jika bermasalah dengan mobile usability, ujilah dengan\u00a0<strong><a href=\"https:\/\/search.google.com\/test\/mobile-friendly\">Mobile-Friendly Test<\/a><\/strong>.<\/p>\n<p>Hasil dengan tool test di atas bisa berbeda dengan hasil di peranti sebenarnya. Tapi kita menggunakan tools di atas per rekomendasi Google Search Console.<\/p>\n<p>Bagaimana kelima tips di atas? Mudah kan? ada tips lain yang kamu ingn bagi? Silakan tulis di komentar ya. Diskusi terbuka nih.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kali ini saya akan membahas aspek yang lebih teknis. Yakni mengenai 5 <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/rengga.dev\/blog\/5-tips-mudah-seo-untuk-developer\/\" title=\"5 Tips Mudah SEO untuk Developer\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3943,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[189,12],"tags":[190,191,120,192],"newstopic":[599],"class_list":{"0":"post-2773","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-seo","8":"category-web-development","9":"tag-seo","10":"tag-seo-website","11":"tag-web-designers","12":"tag-web-developer","13":"newstopic-seo"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rengga.dev\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2773","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/rengga.dev\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rengga.dev\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rengga.dev\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rengga.dev\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2773"}],"version-history":[{"count":11,"href":"https:\/\/rengga.dev\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2773\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2785,"href":"https:\/\/rengga.dev\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2773\/revisions\/2785"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rengga.dev\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3943"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rengga.dev\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2773"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rengga.dev\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2773"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rengga.dev\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2773"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/rengga.dev\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=2773"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}